Pelatihan Produksi media tanam (Baglog) jamur skala rumah tangga

Pelatihan Produksi media tanam (Baglog) jamur skala rumah tangga
Diadakan setiap bulan pada minggu ke - 3
Registrasi pendaftaran tiap hari Jum'at, Sabtu, & Minggu
Jam 10.00 wib - 16.00 wib
di tempat pelatihan,
Ds Jubung, dsn Darungan Lor, Rt 03, Rt o1, Kec. Sukorambi, Kab. Jember.
Info lebih lanjut Call 0331 - 344 5887

Kamis, 18 November 2010

History of "Mitra Sejahtera Agronusa" (part 2)

Hidup itu mudah,... 
asyik.,,, simple & menyenangkan.,

Berpikir Sederhana

     Ketika hendak memulai usaha jamur, Aku mempunyai kendala klasik seperti yg dialami kebanyakan orang.
keterbatasan modal, buta dengan potensi pasar, & tidak punya lahan yg cukup untuk produksi..
maka,....
jadilah peluang usaha produksi baglog & budidaya jamur tersebut, hanya sebatas impian dalam benakku.
beruntung..,,
seorang sahabat (wirausahawan sukses di kab. Malang) mengajarkan padaku tentang berfikir sederhana..!!

Jika tak punya modal, apalagi tak ada jaminan buat bank,.. jual aja ide & konsep bisnisnya.
Jika tak punya pasar,... gak perlu susah2 mencari pasar, namun ciptakanlah pasar.
Jika tak punya lahan.,,,, itu mah urusan gampang..   
pakai aja lahan orang lain, atau buat proposal untuk memakai lahan lembaga pendidikan, lahan pesantren,. & masih banyak lagi lahan2 tidur di indonesia yg mayoritas penduduknya kurang kreatif.

     akhirnya,..
bersama keponakan ku memulai berbisnis jamur,. tentu saja dengan lahan yg dia miliki.

Di awali dari Kerja Keras
     setiap hari,..
kami mengangkut serbuk gergaji menggunakan motor,.
mengisi polybag dgn serbuk gergajian (logging) berdua.,
menjaga tungku api untuk sterilisasi yg masih menggunakan drum, bergantian...,
hingga proses pengisian bibit (inokulasi) pun dilakukan bersama2,..

otty indra istanto (keponakanku)

lalu,.. memulai kerja cerdas
setelah bisnis jamur kami berjalan dengan pola ownership,..
disaat pesanan udah nggak sanggup tuk dikerjakan semua.,,
tibalah saatnya bagi keponakan tuk merekrut tenaga kerja.,
dan itu berarti., akupun sudah waktunya untuk mandiri,. 
dengan kata lain kami jalan sendiri2, dengan manajemen yg terpisah,.

setelah, aku punya lahan sendiri (masih ngontrak),.. lalu merekrut tenaga kerja sesuai kemampuan finansialku.
selanjutnya,..
kami berbagi order.
dengan begitu keponakanku telah menjadi pemilik usaha (Owner).,. bukan lagi ownership
dia bisa menentukan sendiri kebijakan2 usaha di bisnis jamur-nya.
dan aku juga tlah menjadi owner yg tanpa harus meminta persetujuan untuk membangun Visi, Misi dari sebuah unit usaha yg bernama " Mitra Sejahtera Agronusa ".

yg terpenting hingga saat ini kami tetap bermitra dengan baik...!!






NB : Owner       = pemilik tunggal
        Ownership = kepemilikan (dimiliki 2 orang/lebih )